Home » Kolom » Kisah Abu Bakar, Catatan Kembara PKS di Bromo

Kisah Abu Bakar, Catatan Kembara PKS di Bromo

Namanya Abu Bakar
Beliau salah satu peserta KEMBARA (KEMAH BAKTI NUSANTARA) di Bromo. Kemah Bakti merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh PKS seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan oleh DPW PKS dengan peserta berasal dari kader PKS.
Peristiwa dibawah terjadi pada Kembara tahun 2016. Dimana untuk mengikuti kemah itu setiap peserta harus membayar 200.000, belum termasuk makan, transportasi dan lain lain

Hari Jum’at tengah malam Om Itong (Panitia Kembara) datang dari Satlantas ngantar panitia ngurusin kendaraan yang ditabrak oleh truck sampai kelar perkara. Pada Kembara ini, salahsatu mobil peserta mengalami kecelakaan di dekat lokasi Kembara sehingga Panitia turut membantu penyelesaian dari kasus tersebut.

Sampai di lokasi Kembara, salah satu peserta menyeletuk, “Mas Itong tadi ada yang daftar pakai uang recehan full sejumlah 200.000”
“Terus?”
“Itu uang katanya hasil nabung selama setahun. Kadang seribu, kadang dua ribu. Terus waktunya kemah akhirnya dipecah”
“Astaghfirulloh. Siapa namanya”
“Ga tahu Mas, bagian pendaftaran kayaknya tahu”
“Subhanallah. Astagfirullah”

Pikiran Om Itong kayaknya sudah ga tenang saat itu. Hari terakhir jelang upacara penutupan dipanggilah Kafilah dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Disuruh maju ke depan dan di tanya dengan nada yang tegas
“Kalian tahu apa salah kalian!!!”
Dalam kebingungan Mereka menjawab, “Tidak tahu”
Pada waktu itu Om Itong sedang pegang mic karena mengajak menyanyi, menghibur para peserta menunggu upacara dimulai.

Karena mereka tidak menjawab juga akhirnya panitia meminta mereka untuk ambil Posisi (push up)
Namun sebelumnya ditanyakan, “Apakah satu grup ini ada yang tertinggal?”
“Ada, satu orang sedang BAB”
“Panggil!!!” Seru Panitia.
Sebelum dipanggil ternyata ybs sudah datang. Akhirnya kelompok dari Probolinggo ini langsung ambil posisi push up.
Ketika sudah bersiap push panitia tanya lagi, “apa kesalahan kalian disini?”
Tidak ada yang menjawab
“Kalian tahu kesalahan kalian?” Kata panitia dengan lantangnya, “Sini Saya kasih tahu”
“Kesalahan kalian adalah siapa diantara kalian yang kemarin daftar acara ini pakai uang receh!!!”
Spontan, ketua regunya menangis sambil menunjuk salah satu diantara mereka
“ MasyaaAllaah, siapa namanya…”
“Nama saya Abu Bakar” Jawab peserta tersebut.
“Kenapa bayar pakai uang receh?” Pungkas panitia
Dengan polosnya dia menjawab “Ya, Saya menabungnya selama satu tahun, tadinya untuk kebutuhan lain tapi keburu saya harus bayar untuk acara ini.”
Saat itu Om Itong bertanya, “Abu bakar dapat berapa tabungan nya…”
“Saya ada 250.000 lebih sedikit”
“Untuk acara ini jenengan bayar berapa”
“ Saya bayar 200.000, sisanya untuk iuran konsumsi, transportasi, dan lain lain Ustadz”
“Siap. Saya ganti ya yang 200.000” ujar Pak Itong.
Tapi Abu Bakar menolak, “Jangan Ustadz Saya sudah ikhlas.”
“Lho jangan dikira saya tidak ikhlas untuk mengganti. Saya juga ingin dapat kebaikan dari Allah”
Abu Bakar terdiam, lalu “Terimakasih Ustadz…”

Subhanallah … Setelah itu apa yang terjadi???

Peserta lain berebut untuk ikut mengganti juga uangnya… MasyaaAllaah .. AllahuAkbar
Entah berapa juta yang Allah gantikan. Saya tak berani menghitung. Panitia pun menyudahi drama ini. Mereka disuruh berdiri untuk kembali ke barisan. Serta merta Abu Bakar lari dan mendekat ke Om Itong memeluk dan menangis senggukan

“Ya Allah Ustadz…. Terimakasih”

MasyaaAllaah… Seperti itulah ceritanya hingga berakhir seperti di foto. Ya…Itulah Abu Bakar
Semua menyaksikan .. Dan semua meneteskan air mata

Sedangkan Dalam Kesusahan Dia Tetap Ikhlas Berjuang,,, Menyerahkan Miliknya Yang Berharga

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Antagonis di Ujian Sekolah

Oleh: Muhamamad Chaerul Kamilin Ada susasana berbeda di sekolah pagi ini. Ketika memasuki gerbang sekolah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.