Home » Kabar Lainnya » Fraksi PKS : Pemerintah Hargai Jasa Buruh

Fraksi PKS : Pemerintah Hargai Jasa Buruh

Jakarta, 1 Mei 2019 – Anggota Komisi I DPR, Jazuli Juwaini mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para buruh dan pekerja. Menurutnya, buruh dan pekerja merupakan profesi terbesar warga negara yang menentukan dan menjadi indikator majunya pembangunan.

Dia mengatakan, mereka punya arti dan peran strategis dalam pembangunan nasional. Maka itu, Jazuli mengaku akan berjuang agar kesejahteraan buruh semakin meningkat.

“Bahkan kita tegaskan kepada negara dan pemerintah bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para buruh dan pekerjanya,” kata Jazuli.

Ketua Fraksi PKS DPR ini berharap peringatan hari buruh yang diadakan setiap tahun menjadi penanda bahwa negara dan pemerintah punya hutang dan tanggung jawab untuk mensejahterakan buruh dan pekerja. Dia menegaskan, harus ada peningkatan berarti nasib buruh dan pekerja dari tahun ke tahun.

“Negara semestinya punya keberpihakan yang kuat atas kesejahteraan kaum buruh dan pekerja, baik buruh di dalam negeri maupun buruh migran. Karena hal ini merupakan mandat konstitusional salah satu tujuan bernegara yaitu memajukan kesejahteraan umum,” ungkapnya.

Dia kemudian mengusulkan beberapa hal untuk kesejahteraan buruh. Kata dia, terkait peluang kerja pemerintah harus mengutamakan tenaga kerja dalam negeri daripada tenaga kerja asing di tengah tingginya tingkat pengangguran masyarakat.

Dia juga meminta pemerintah agar memperkuat perlindungan buruh khususnya buruh migran kita di luar negeri. Hal ini harus sejalan dengan tertib administrasi dan peningkatan keterampilan.

“Kita tidak ingin terus menurus mengirim pekerja sektor rumah tangga, tapi harus meningkat pada sektor keahlian tertentu,” kata Jazuli.

Selain itu, meningkatkan upah minimum secara berkala ekuivalen dengan inflasi dan kenaikan harga-harga kebutuhan. Dia juga meminta agar pihak berwenang menjaga daya beli masyarakat dengan pengendalian harga kebutuhan pokok sehingga tidak mencekik kondisi ekonomi masyarakat bawah.

Dia juga mengusulkan untuk meningkatkan program jaring pengaman sosial (social safety net) di berbagai bidang utamanya ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, perlu ada pelatihan dari unskill labour menjadi skill labour harus dipogram oleh negara melalui desain pendidikan dan kemiteraan dengan industri.

“Terakhir, peluang-peluang usaha dan kemandiriaan harus digalakkan secara masif sehingga para pekerja bisa punya alternatif penghasilan yang kompetitif,” jelas Jazuli.

(Dikutip dari: indonesiainside.id)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Legislator PKS Soroti Lambannya Recovery Lombok

Jakarta (06/09) – Dana pemulihan pasca bencana lombok diambil dari dana APBN reguler kementrian dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.