Home » Berita Ngalam » Resmi, PKS Kota Malang Gelar Lomba Baca Kitab Kuning 2018

Resmi, PKS Kota Malang Gelar Lomba Baca Kitab Kuning 2018

Malang, 2 September 2018 – DPD PKS Kota Malang mengadakan Lomba Baca Kitab Kuning. Ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Djoko Purnomo mengungkap bahwa lomba ini merupakan inisiasi dari Fraksi PKS di DPR RI di Jakarta dan dilaksanakan secara bertahap mulai tingkat DPD-DPW-DPP. “Kitab Kuning merupakan rujukan wajib hampir semua santri dan Pondok Pesantren baik tradisional maupun modern, jadi Kitab ini tidak terpisah dari historia perjalanan seorang santri” ungkap Ketua DPD PKS Kota Malang.

Di Kota Malang, kegiatan lomba akan dipusatkan di Kantor DPD PKS Kota Malang di Perum Pesona Sigura-Gura Kav 12, Jl. Joyosuko Timur, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang pada 9 September 2018. Hadiah yang dibagikan cukup menggiurkan. Ernanto Djoko mengungkap, PKS menyiapkan hadiah untuk pemenang di setiap level perlombaan. “Di DPP nanti ada hadiah umroh untuk pemenang utama dan masing-masing 20 dan 15 Juta Rupiah untuk posisi kedua dan ketiga. Namun, pemenang di Kota Malang pun kami sudah siapkan hadiah, ujar Caleg PKS Kecamatan Sukun ini.

Ernanto Djoko berharap, dengan lomba-lomba serupa diharapkan dapat memotivasi para santri untuk membaca dan mempelajari kitab kuning. “Selain pewarisan budaya luhur pesantren, kitab kuning merupakan warisan otentik tentang islam,” ujar Djoko.

Nah bagi yang belum tau apa itu kitab kuning, berikut kami kutip dari republika.or.id:
Kitab-kitab agama berbahasa Arab yg diajarkan.di pesantren2 disebut dengan kitab kuning atau kitab gundul. Penamaan ini karena kitab-kitab tersebut berbahan dasar kuning dengan bahasa Arab tanpa harkat (baris). Pengajarnya langsung dibawakan oleh kiai atau pembatu kiai (ustaz) yang dianggap sudah mumpuni. Kebanyakan, kitab yang diajarkan, seperti pelajaran nahu (syntax), saraf (morfologi), fikih (hukum), ushul fiqh (yurisprundensi), hadis, tafsir, tauhid (teologi), serta cabang-cabang lain, seperti tarikh (sejarah) dan balaghah.

Cendekiawan Muhammad Hasyim Munif mengatakan, ajaran-ajaran yang terkandung dalam kitab kuning merupakan pedoman hidup dan kehidupan yang sah dan relevan yang sah. Artinya, ajaran itu diyakini bersumber pada kitab Allah, Alquran, dan sunah Rasulullah SAW. Relevan, maksudnya, ajaran-ajaran itu masih tetap cocok dan berguna baik dulu, kini, dan nanti.

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Jelang Pilkada, Elektabilitas Paslon ASIK di Kota Malang Meningkat

Malang, 18 Juni 2018 – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Malang pada tanggal 27 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.